Petir itu…
7 Desember 2007 oleh Iwan Rystiono
Petir yang dalam bahasa inggris disebut “lighting” merupakan fenomena alam yang terjadi dimanapun. Lalu kenapa fenomena ini bisa terjadi?
Awan yang terbentuk dari uap air memiliki ketebalan yang berbeda. Jarak antara titik terendah awan dan tertinggi bisa mencapai 8 km. Diataranya sering terdapat kristal-kristal es. Disamping itu, dikarenakan angin yang bertiup ke segala arah, maka partikel-partikel es tersebut bertabrakan satu sama lain. Sehingga melepaskan ion positif dan negatif. Karena perbedaan potensial yang tinggi antara awan dengan awan atau awan dengan bumi, maka terjadi perpindahan elektron. Perpindahan elektron inilah yang mengakibatkan petir.
Lalu, suara yang menggelegar itu datang darimana?
Suara yang menggelegar tersebut, yang biasa disebut sebagai guntur merupakan suara dari udara yang ditumbuk oleh elektron dengan cepat. Coba lakukan percobaan dengan elektroda yang dimuati listrik DC 12V saja dengan arus 1A, akan terdengar suara yang cukup keras (bisa didengar), lalu ganti dengan 12VDC 4A, suaranya akan makin keras kan? Padahal petir memiliki voltase jutaan volt dan memiliki arus ribuan ampere. Makanya tidak heran jika suaranya menggelegar memekakkan telinga.
Lalu kenapa kilat (cahaya petir) datang lebih cepat dari suara guntur?
Memang waktu terjadinya dua hal tersebut (kilat dan guntur) memang bersamaan, namun sampai pada indra kita tidak berbarengan. Ingin tau kenapa? Karena daya rambat keduanya berbeda.
Kilat merupakan cahaya. Inget kan pelajaran SMP tentang kecepatan cahaya? Yupi, cahaya merambat 300.000 km/detik (tepatnya 299.792,46 km/detik). Nah, jarak antara petir dan manusia biasanya hanya sekitar 8-50Km. Maka bisa dihitung sendiri berapa milidetik waktu yang dibutuhkan cahaya kilat untuk sampai ke mata kita.
Sedangkan suara memiliki cepat rambat 340 m/detik (pada suhu 15 derajat C). Maka dibutuhkan waktu sekian detik untuk mencapai telinga kita. Begitu…
Demikian cerita pertama kali ini.
Bibilografi:
Overhead Groundwire, Perlindungan Transmisi Tenaga Listrik dari Sambaran Petir. Elektro Indonesia.
Kecepatan Cahaya. ID Wikipedia.
Kecepatan Suara. ID Wikipedia.
Bukanya suara guruh itu disebabkan oleh tubulensi. Jadi ketika petir menyambar (discharge ), kanal yang dilewati oleh arus tersebut akan hampa dan kemudian ketika arus itu telah lewat dua sisi udara betekanan yang dibatasi oleh ruang hampa tersebut akan saling bertubrukan. inilah yang mengakibatkan bunyi guruh.
Sama dengan turbulensi yang diakibatkan oleh pesawat supersonic.
Jadi kesimpulannya, memang terjadi petir ( discharge released ) duluan baru guruh.
Thanks
Sutan